Seperti yang kita tahu tidak semua orang saat berbicara
memikirkan apa yang akan diucapkan. Dan juga tidak semua orang memiliki
pemikiran yang sama. Bahkan kebanyakan diantaranya lebih sering asal berbicara
saat mengatakan sesuatu. Apa lagi untuk jaman sekarang yang dimana tata karma
dan sopan santun sudah tidak lagi diterapkan di kebanyakan kalangan. Hal itu
dapat kita jumpai disekitar kita dari
tata cara mereka berbicara.
Selain dapat dijumpai disekitar kita, orang yang sering asal
berbicara dapat pula kita jumpai dari status yang diunggah di media – media
social seperti facebook, twitter dll. Dimana banyak status diantaranya lebih
menyindir seseorang, membully , dan bahkan mencemarkan nama baik seseorang.
Hal seperti itu sudah jadi hal lumrah dijaman sekarang.
Bagaimana tidak ! era tekhnologi yang semakin canggih seperti saat ini merubah
banyak hal dikalangan masyarakat. Dimana tekhnologi lebih menjadi prioritras
pertama untuk menjalankan segala sesuatunya.
Dari mau belanja yang bisa
dilakukan dengan online, mau mendaftar kuliah atau pekerjaan melalui
media online, bahkan untuk saling menjatuhkan nama baik seseorangpun bisa
dilakukan di media online. Selain itu dengan media online semua orang bisa melakukan apapun untuk mendapatkan apa
yang diinginkannya. Termasuk untuk
mendapatkan kepopuleran atau hanya sekedar mencari sensasi. Entah itu dengan
cara yang halal ataupun dengan cara yang haram.
Jadi tidak heran jika pada jaman sekarang sering terjadi
konflik yang ditimbulkan dari media online. Bahkan beberapa konflik yang
ditimbulkan sering menyeret aparat hukum. Seperti yang pernah kita lihat
dilayar televise. Contohnya konflik pencemaran nama baik yang dialami beberapa
artis yang bahkan saling melaporkan ke aparat hukum.
Berkaitan dengan asal berbicara untuk era tekhnologi saat
ini kita harus benar – benar bijak dalam mengeluarkan kata – kata lebih lagi
saat mengunggah argument kita kemedia social. Pasalnya ketidak hati – hatian
seseorang dalam mengunggah argumentnya ke media social dapat menimbulkan
kesinambungan dari banyak orang. Apabila ada satu kata saja yang salah dan yang
membaca argument itu merasa tersinggung atau menyangkut nama baik seseorang
sebagai pengunggah argument itu kita bisa dilaporkan ke aparat hukum walaupun
pada dasarnya kita tidak mempunyai maksud untuk merugikan siapapun.
Seperti pepatah yang mengatakan beribu kebaikan yang kita
lakukan tidak ada artinya ketika kita melakukan satu kesalahan. Karena
kesalahan seseorang lebih menarik dari pada harus mengingat kebaikan seseorang.
Padahal hal yang demikian adalah salah. Intinya satu saja salah kata bisa
merubah segalanya.

